İçeriğe atla

Onuncu Lem'a/id: Revizyonlar arasındaki fark

"Pada malam itulah, tatkala tidur aku bermimpi menyaksikan tangan Mustafa Cavuş bernoda sementara ia berjalan di belakang seorang pejabat tinggi setempat. Mereka berdua bersama-sama memasuki kamarku. Pada hari berikutnya, aku berkata padanya, “Wahai saudaraku, Mustafa, siapa yang kau temui hari ini? Dalam mimpi aku melihat tanganmu bernoda seraya berjalan di belakang pejabat tinggi setempat.” Mendengar hal tersebut ia berkata, “Sungguh aku sangat m..." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu
("Kemudian ahli dunia memanfaatkan kebersihan kalbunya dan mereka berkata: “Sampaikan kepada al-Hafidz—yang termasuk penulis Risalah Nur—untuk melepaskan jubahnya sebelum ia disakiti dan dipaksa untuk melepaskannya. Juga, beritahukan kepada para jamaah agar mereka meninggalkan azan sir.”(*<ref>*Biasanya mereka mengumandangkan adzan syar’i (berbahasa arab) dengan suara sirr (sembunyi-sembunyi) dan mereka mengumandangkan adzan bid’ah (berbahasa T..." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu)
("Pada malam itulah, tatkala tidur aku bermimpi menyaksikan tangan Mustafa Cavuş bernoda sementara ia berjalan di belakang seorang pejabat tinggi setempat. Mereka berdua bersama-sama memasuki kamarku. Pada hari berikutnya, aku berkata padanya, “Wahai saudaraku, Mustafa, siapa yang kau temui hari ini? Dalam mimpi aku melihat tanganmu bernoda seraya berjalan di belakang pejabat tinggi setempat.” Mendengar hal tersebut ia berkata, “Sungguh aku sangat m..." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu)
132. satır: 132. satır:
Kemudian ahli dunia memanfaatkan kebersihan kalbunya dan mereka berkata: “Sampaikan kepada al-Hafidz—yang termasuk penulis Risalah Nur—untuk melepaskan jubahnya sebelum ia disakiti dan dipaksa untuk melepaskannya. Juga, beritahukan kepada para jamaah agar mereka meninggalkan azan sir.”(*<ref>*Biasanya mereka mengumandangkan adzan syar’i (berbahasa arab) dengan suara sirr (sembunyi-sembunyi) dan mereka mengumandangkan adzan bid’ah (berbahasa Turki) dengan suara jahr (terang-terangan).</ref>)Orang tadi tidak mengetahui bahwa sangat berat bagi sosok seperti Mustafa Cavuş yang memiliki tingkat spiritual tinggi untuk menyampaikan berita tersebut. Namun ia sampaikan berita itu kepada sahabatnya.
Kemudian ahli dunia memanfaatkan kebersihan kalbunya dan mereka berkata: “Sampaikan kepada al-Hafidz—yang termasuk penulis Risalah Nur—untuk melepaskan jubahnya sebelum ia disakiti dan dipaksa untuk melepaskannya. Juga, beritahukan kepada para jamaah agar mereka meninggalkan azan sir.”(*<ref>*Biasanya mereka mengumandangkan adzan syar’i (berbahasa arab) dengan suara sirr (sembunyi-sembunyi) dan mereka mengumandangkan adzan bid’ah (berbahasa Turki) dengan suara jahr (terang-terangan).</ref>)Orang tadi tidak mengetahui bahwa sangat berat bagi sosok seperti Mustafa Cavuş yang memiliki tingkat spiritual tinggi untuk menyampaikan berita tersebut. Namun ia sampaikan berita itu kepada sahabatnya.


<div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
Pada malam itulah, tatkala tidur aku bermimpi menyaksikan tangan Mustafa Cavuş bernoda sementara ia berjalan di belakang seorang pejabat tinggi setempat. Mereka berdua bersama-sama memasuki kamarku. Pada hari berikutnya, aku berkata padanya, “Wahai saudaraku, Mustafa, siapa yang kau temui hari ini? Dalam mimpi aku melihat tanganmu bernoda seraya berjalan di belakang pejabat tinggi setempat.” Mendengar hal tersebut ia berkata, “Sungguh aku sangat menyesal. Ia telah memberiku sebuah berita yang kemudian aku sampaikan kepada al-Hafidz. Aku sama sekali tidak mengetahui kalau di balik itu ada rekayasa.”
O gece rüyada ben görüyordum ki Mustafa Çavuş’un elleri kirli, kaymakam arkasında olarak odama geldi. İkinci gün ona dedim: “Mustafa Çavuş, sen bugün kim ile görüştün? Seni elin mülevves bir surette kaymakamın arkasında gördüm.” Dedi: “Eyvah! Bana böyle bir söz, muhtar söyledi, kâtibe söyle. Ben arkasında ne olduğunu bilmedim.”
</div>


<div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
<div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr">