İçeriğe atla

Yirmi Beşinci Söz/id: Revizyonlar arasındaki fark

"Sekarang, ketika ada seseorang yang bangkit menyusun sebagian hakikat yang dibawa oleh al-Qur’an sesuai dengan hawa nafsu dan tindakan kekanak-kanakannya, lalu ia hendak membandingkan antara ucapannya dengan kalam al-Qur’an guna menentang sejumlah ayat-ayatnya di mana ia berkata, “Aku telah mengucapkan sebuah ungkapan yang menyerupai al-Qur’an,” tentu ucapannya itu adalah ucapan yang pandir dan bodoh seperti contoh berikut: Seorang ahli banguna..." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu
("Al-Qur’an al-Hakîm menebarkan seluruh hakikatnya di pasar alam serta memamerkannya di hadapan seluruh makhluk sejak lebih dari 1350 tahun. Setiap individu, setiap umat, dan setiap negeri telah dan senantiasa mengambil bagian dari permata dan hakikatnya. Meskipun demikian, kedekatan, jumlah yang banyak, perjalanan masa, dan berbagai perubahan yang ada tidak merusak hakikat bernilai darinya, tidak merusak gaya bahasanya yang indah, tidak menua, tidak ke..." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu)
("Sekarang, ketika ada seseorang yang bangkit menyusun sebagian hakikat yang dibawa oleh al-Qur’an sesuai dengan hawa nafsu dan tindakan kekanak-kanakannya, lalu ia hendak membandingkan antara ucapannya dengan kalam al-Qur’an guna menentang sejumlah ayat-ayatnya di mana ia berkata, “Aku telah mengucapkan sebuah ungkapan yang menyerupai al-Qur’an,” tentu ucapannya itu adalah ucapan yang pandir dan bodoh seperti contoh berikut: Seorang ahli banguna..." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu)
1.164. satır: 1.164. satır:
Al-Qur’an al-Hakîm menebarkan seluruh hakikatnya di pasar alam serta memamerkannya di hadapan seluruh makhluk sejak lebih dari 1350 tahun. Setiap individu, setiap umat, dan setiap negeri telah dan senantiasa mengambil bagian dari permata dan hakikatnya. Meskipun demikian, kedekatan, jumlah yang banyak, perjalanan masa, dan berbagai perubahan yang ada tidak merusak hakikat bernilai darinya, tidak merusak gaya bahasanya yang indah, tidak menua, tidak kehilangan kesegaran, dan keindahannya tidak meredup. Kondisi tersebut merupakan bagian dari kemukjizatan al-Qur’an yang luar biasa.
Al-Qur’an al-Hakîm menebarkan seluruh hakikatnya di pasar alam serta memamerkannya di hadapan seluruh makhluk sejak lebih dari 1350 tahun. Setiap individu, setiap umat, dan setiap negeri telah dan senantiasa mengambil bagian dari permata dan hakikatnya. Meskipun demikian, kedekatan, jumlah yang banyak, perjalanan masa, dan berbagai perubahan yang ada tidak merusak hakikat bernilai darinya, tidak merusak gaya bahasanya yang indah, tidak menua, tidak kehilangan kesegaran, dan keindahannya tidak meredup. Kondisi tersebut merupakan bagian dari kemukjizatan al-Qur’an yang luar biasa.


<div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
Sekarang, ketika ada seseorang yang bangkit menyusun sebagian hakikat yang dibawa oleh al-Qur’an sesuai dengan hawa nafsu dan tindakan kekanak-kanakannya, lalu ia hendak membandingkan antara ucapannya dengan kalam al-Qur’an guna menentang sejumlah ayat-ayatnya di mana ia berkata, “Aku telah mengucapkan sebuah ungkapan yang menyerupai al-Qur’an,” tentu ucapannya itu adalah ucapan yang pandir dan bodoh seperti contoh berikut:
Şimdi biri çıksa, Kur’an’ın getirdiği hakaikten bir kısmına kendi hevesince çocukça bir intizam verse, Kur’an’ın bazı âyâtına muaraza için nisbet etse “Kur’an’a yakın bir kelâm söyledim.” dese öyle ahmakane bir sözdür ki mesela, taşları muhtelif cevahirden bir saray-ı muhteşemi yapan ve o taşların vaziyetinde umum sarayın nukuş-u âliyesine bakan mizanlı nakışlar ile tezyin eden bir ustanın sanatıyla; o nukuş-u âliyeden fehmi kāsır, o sarayın bütün cevahir ve ziynetlerinden bîbehre bir âdi adam, âdi hanelerin bir ustası, o saraya girip o kıymettar taşlardaki ulvi nakışları bozup çocukça hevesine göre âdi bir hanenin vaziyetine göre bir intizam, bir suret verse ve çocukların nazarına hoş görünecek bazı boncukları taksa, sonra “Bakınız, o sarayın ustasından daha ziyade maharet ve servetim var ve kıymettar ziynetlerim var.” dese divanece bir hezeyan eden bir sahtekârın nisbet-i sanatı gibidir.
Seorang ahli bangunan membuat istana besar. Bebatuannya be- rasal dari aneka permata. Lalu ia meletakkan bebatuan tersebut di sejumlah titik dan menghiasnya dengan sebuah perhiasan dan ukiran yang tersusun rapi terpaut dengan seluruh ukiran istana yang indah. Setelah itu, seseorang yang tidak memahami ukiran indah, masuk kedalam istana tadi. Ia tidak mengetahui nilai dari permata dan perhiasannya. Ia pun mulai mengganti ukiran tersebut berikut letaknya. Ia meletakkannya sesuai dengan keinginannya sehingga menjadi seperti rumah biasa. Lalu ia memperindahnya dengan manikmanik yang disenangi oleh anak-anak. Kemudian ia berkata, “Lihatlah, aku memi- liki keahlian seni bangunan melebihi keahlian yang dimiliki oleh pem- bangun istana tersebut. Aku juga lebih kaya daripada ahli bangunan di atas. Lihatlah permataku yang indah!Tentu saja ucapannya itu me- rupakan igauan belaka, bahkan merupakan igauan gila.
</div>


<div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
<div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr">