82.619
düzenleme
("Selanjutnya, ia menguasakan keindahan yang terdapat pada makhluk dan keapikan yang terdapat dalam bentuknya kepada makhluk itu sendiri serta kepada bentuknya. Ia mengabaikan hubungan keindahan tersebut dengan manifestasi keindahan suci milik Sang Pencipta Yang Mahaindah. Alih-alih berkata, “Betapa indah pencip- taannya!” ia malah berkata, “Betapa indahnya ia!” Dengan kata lain, keindahan tersebut diposisikan sebagai berhala yang layak disembah." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu) |
("Kemudian, ia menyenangi berbagai bentuk popularitas dan penampilan lahiriah untuk mendapatkan perhatian dan sanjungan orang. Karena itu, ia mendorong orang-orang yang suka pamer dan riya untuk terus berada dalam kesesatan mereka seraya menjadikanya seperti berhala yang menyembah para penyembahnya.(*<ref>*Dengan kata lain, mereka yang menyerupai berhala tersebut memperlihatkan kondisi yang serupa dengan penyembahan di hadapan para pengagumnya guna meng- h..." içeriğiyle yeni sayfa oluşturdu) |
||
111. satır: | 111. satır: | ||
Selanjutnya, ia menguasakan keindahan yang terdapat pada makhluk dan keapikan yang terdapat dalam bentuknya kepada makhluk itu sendiri serta kepada bentuknya. Ia mengabaikan hubungan keindahan tersebut dengan manifestasi keindahan suci milik Sang Pencipta Yang Mahaindah. Alih-alih berkata, “Betapa indah pencip- taannya!” ia malah berkata, “Betapa indahnya ia!” Dengan kata lain, keindahan tersebut diposisikan sebagai berhala yang layak disembah. | Selanjutnya, ia menguasakan keindahan yang terdapat pada makhluk dan keapikan yang terdapat dalam bentuknya kepada makhluk itu sendiri serta kepada bentuknya. Ia mengabaikan hubungan keindahan tersebut dengan manifestasi keindahan suci milik Sang Pencipta Yang Mahaindah. Alih-alih berkata, “Betapa indah pencip- taannya!” ia malah berkata, “Betapa indahnya ia!” Dengan kata lain, keindahan tersebut diposisikan sebagai berhala yang layak disembah. | ||
Kemudian, ia menyenangi berbagai bentuk popularitas dan penampilan lahiriah untuk mendapatkan perhatian dan sanjungan orang. Karena itu, ia mendorong orang-orang yang suka pamer dan riya untuk terus berada dalam kesesatan mereka seraya menjadikanya seperti berhala yang menyembah para penyembahnya.(*<ref>*Dengan kata lain, mereka yang menyerupai berhala tersebut memperlihatkan kondisi yang serupa dengan penyembahan di hadapan para pengagumnya guna meng- harap sambutan mereka dan guna mendapatkan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu mereka. Dengan demikian, di satu sisi mereka menyembah, sementara di sisi lain mereka disembah―Penulis.</ref>) | |||
<div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> | <div lang="tr" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> |
düzenleme